Teringat Bapak di Kampung

Marhaban, ya Ramadhan..

Bulan yang tak hanya suci, namun juga selalu menyisakan kisah. Kisah yang mengajarkan diriku untuk memaknai lebih dalam arti kehidupan. Mencintai kehidupan selayaknya mencintai dan mengagungkan Sang Maha Hidup, pemilik kehidupan.

Seperti Ramadhan kali ini, saya tiba-tiba teringat Bapak di kampung. Sosok teladan yang mengajarkan kisi-kisi religiusitas dan spiritualitas dalam keluarga kami. Perilaku Bapak –kini usianya kira-kira 62 tahun 5 bulan– dalam mengaplikasikan ibadah menjadi siluet yang berkelebat di memori otak saya. Hingga kini, meski dari jauh, saya masih bisa merasakan dan teringat konsistensinya dalam kepatuhan berspiritual, bergulat dengan asyik-masyuk ritual ibadahnya.
Continue reading “Teringat Bapak di Kampung”

Dont think, just WRITE!

Hingga Jumat malam, 5 Juni 2015, saya masih belum juga menentukan topik apa yang akan saya bawakan saat coffee morning pada Ahad lusa. Itu juga yang saya katakan kepada Ustad Irfan saat bertemu di mushalla selepas Shalat Maghrib. Namun ingatan saya kepada sosok bapak di kampung, menggiring saya untuk menengahkan topik seputar menulis sebagai terapi. So, kenapa bapak di kampung yang menjadi pelecutnya?  Continue reading “Dont think, just WRITE!”

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑